kelahiranku di dunia masih “illegal” aku masih belum punya akta sampai saat ini. dulu ketika aku lahir ayah bundaku alamat KTPnya berbeda. saat aku lahir surat keterangan lahirnya ikut KTP ayah karena aku tidak tahu nantinya bermasalah.
setelah ayahku mengurus akta kelahiranku (umur 1 tahun) ayahku baru sadar kalau anak itu ikut ibu (jika KTP beda) sehingga ayah gagal mengurus.
saat usiaku 17 bulan ayahku libur panjang (liburan sekolah), kesempatan ini ayahku manfaatkan untuk mengurus KK dan KTP bunda (agar jadi satu KK). dulu bunda alamatny di Cuuwatu II, kalasan, Sleman, Yk sedangkan ayahku di Ambarukmo CT Depok, Sleman. alhamdulilah kini ayah bunda dan aku sudah satu alamat meskipun aku masih belum punya SIM kelahiran (Akta).
KK, KTP ayah bunda sudah siap ayahpun mengurus Aktaku ke RT-RW-Desa-Kecamatan alhamdulilah lancar, tetapi saat ayah ke Catatan Sipil Sleman ternyata harus siding dulu ke PN Selman (ternyata mulai januari 2009, bagi anak yang usianya lebih dari 2 bulan dapat mengurus akta kelahiran setelah mendapatkan penetapan anak dari Pengadilan Negeri).
setelah diperintahkan ke PN ayahpun mengikuti prosedur yang berlaku dengan membawa arsip dari kecamatan (KTP ayah bunda, SK lahir dari Kecamatan, Kartu keluarga) dengan masing-masing diberi materai ayah kemudian mendaftarkan ke PN Sleman. ayah kaget saat menerima kuitansi uang panjar sidang sebesar Rp.165.000,00 namun demikian demi aku ayahpun mengikuti prosedurnya dan kata petugas PN tinggal nunggu panggilan siding (sampai saat ini belum ada tuh), semoga lancar dan diberi kekuatan….
(belum selesai)
Tampilkan postingan dengan label Diary Syakir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary Syakir. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Februari 2009
Ayah…..Bu(nd)pa
di usiaku yang ke 18 bulan aku sudah bisa menyebut ayah, kakak, kakek, adik meskipun aku masih belum bisa menyebut Bunda (bisanya bupa).
aku juga sekarang sudah bisa lari (lari kecil) dan aku sudah bisa duduk dikursi, berdiri di kursi. aku juga sudah bisa menunjuk gambar benda dan sudah mengenal orang-orang dekatku.
dan juga berdiri di sepeda kata bundaku aktifitasku sudah menakutkan (bahaya) ya semoga saja Allah melindungiku dari marabahaya.
allahumma la taqtulna bighodobika
walaa tuhlikuna bi’adaabika
aku juga sekarang sudah bisa lari (lari kecil) dan aku sudah bisa duduk dikursi, berdiri di kursi. aku juga sudah bisa menunjuk gambar benda dan sudah mengenal orang-orang dekatku.
dan juga berdiri di sepeda kata bundaku aktifitasku sudah menakutkan (bahaya) ya semoga saja Allah melindungiku dari marabahaya.
allahumma la taqtulna bighodobika
walaa tuhlikuna bi’adaabika
Terima kasih mbak-mbak…
Sejak lahir sampai usia 3 bulan aku selalu dengan bundaku, tetapi menginjak usiaku 4 bulan aku tidak bisa selalu dengan bundaku lagi karena bunda harus bekerja setelah selesai masa cutinya (3 bulan).
Mbak Wasti adalah orang yang mengasuh aku saat ayah bunda bekerja. Pagi menjelang setelah aku dimandikan saat ayah bunda akan berangkat kerja, aku dengan temanku (popok, diapers, susu, makanan dan baju ganti) diantar bunda ke tempat mba wasti dan aku dijemput saat bunda sudah pulang kerja (saat aku sudah mandi) begitu setiap hariku sampai usiaku 10 bulan. Saya tambah senang saat aku bisa tetap tinggal dirumah karena mbak Asih (adiknya mbak Wasti) bisa menemaniku saat aku ditinggal ayah bunda. Mbak Asih setiap hari dating kerumah menemaniku sampai ayahbundaku pulang, namun hal itu tidak berlangsung lama (4 bulan kurang lebih). setelah mbak Asih tidak bersamaku lagi (sakit) aku diasuh mbak Asih lagi (Asih yang beda) ia juga menemaniku dan datang ke rumah dan pulang saat ayahbundaku pulang.
November 08 tepatnya aku selalu bersama eyang uti, aku makan, main, belajar bersama eyang uti meskipun saat mandi aku bareng ayah bunda. enak rasanya aku selalu bersama eyang terus…(sampai sekarang)
siapapun mereka mereka telah menjadi “ibuku” yang menghantarkanku sampai aku sekarang ini, terimakasih mbak..semoga amal perbuatan mereka dibalas oleh sang pencipta langit dan bumi Allah SWT.
faman ya’mal mitsqoola dzarrotin khoiroyy yaroh
waman ya’mal mitsqoola dzarrotin sarroy yaroh
Mbak Wasti adalah orang yang mengasuh aku saat ayah bunda bekerja. Pagi menjelang setelah aku dimandikan saat ayah bunda akan berangkat kerja, aku dengan temanku (popok, diapers, susu, makanan dan baju ganti) diantar bunda ke tempat mba wasti dan aku dijemput saat bunda sudah pulang kerja (saat aku sudah mandi) begitu setiap hariku sampai usiaku 10 bulan. Saya tambah senang saat aku bisa tetap tinggal dirumah karena mbak Asih (adiknya mbak Wasti) bisa menemaniku saat aku ditinggal ayah bunda. Mbak Asih setiap hari dating kerumah menemaniku sampai ayahbundaku pulang, namun hal itu tidak berlangsung lama (4 bulan kurang lebih). setelah mbak Asih tidak bersamaku lagi (sakit) aku diasuh mbak Asih lagi (Asih yang beda) ia juga menemaniku dan datang ke rumah dan pulang saat ayahbundaku pulang.
November 08 tepatnya aku selalu bersama eyang uti, aku makan, main, belajar bersama eyang uti meskipun saat mandi aku bareng ayah bunda. enak rasanya aku selalu bersama eyang terus…(sampai sekarang)
siapapun mereka mereka telah menjadi “ibuku” yang menghantarkanku sampai aku sekarang ini, terimakasih mbak..semoga amal perbuatan mereka dibalas oleh sang pencipta langit dan bumi Allah SWT.
faman ya’mal mitsqoola dzarrotin khoiroyy yaroh
waman ya’mal mitsqoola dzarrotin sarroy yaroh
Its Me……
Syakir Zain Anshori itulah namaku tentu saja nama yang diberikan ayah bundaku. Aku dilahirkan di Sleman 16 Juni 2007 tepatnya Sabtu Pahing pukul 19.50 Wib di Rumah Sakir bersalin Arvita Bunda Stan Maguwoharjo. Aku lahir dengan berat 2, 75 Kg dan panjang 48 cm. aku ternyata tidak betah didalam rahim bundaku makanya aku lahir maju satu minggu dari HPL bundaku, alhamdulilah aku lahir dengan sehat dan bundaku juga sehat dan yang membuat aku bangga aku hadir di dunia membuat ayah bundaku bahagia. Semoga aku menjadi anak yang selalu membahagiakan kedua orang tuaku…..
“ anak adalah karya unik ilahi, rawat dan peliharalah sesuai fitrahnya…”
“ anak adalah karya unik ilahi, rawat dan peliharalah sesuai fitrahnya…”
Rabu, 04 Februari 2009
Antri Trans Jogja dulu ahhh....
SELAMAT TAHUN BARU 2009
Tahun baru telah tiba, libur dong pastinya. kesempatan liburan itu kami manfaatkan untuk berlibur beneran. Syakir ayah bunda dan eyang uti berencana ke Pasar Beringharjo dan ke Malioboro. Jam 8.00 kami siap-siap menuju halte Trans Jogja dari rumah kami 300 meteran, setelah masuk di halte Syakir ikut menunggu bus seperempat jam kemudian Bus datang kami berangkat. sampai di halte Gedung Agung kami turun dan menuju pasar Beringharjo cari servis kacamata eyang, tapi tidak ada akhirnya kami menuju Malioboro dan kebetulan di jalan kami menemukan servis kacamata jadi deh. di Malioboro kami makan siang bersama di Mc Donald, enak...enak..enak... semua makan. SMP (setelah makan pulang) tapi antrian Trans Jogja begitu ramai akhirnya kami naik jalur tidak tahu jalur berapa, yang penting sampai di seberang Barat makro (its My home)....
Naik Becak Kecil, Supirnya Kereen abis.....
(01/11/09) siang itu Syakir maen ke tempat budenya di Krapyak bantul, biasa kunjungan keluarga. Syakir di sana senang dan gembira bermain dengan pak de bu de dan juga dengan mas Naufal dan mas Zidan, sampai akhirnya Syakir kecapaian dan tertidur. pukul 16.oo kira-kira Syakir bangun dan langsung mandi, setelah semua siap Syakir disarankan Bude untuk bermain di Alun-alun selatan, katanya disana ramai sekali banyak anak dan aneka dolanan, kamipun kesana. Syakir langsung senang ketika melihat gajah dan balon dan maenan lainnya. banyak mainan memang tetapi kami sepakat untuk bermain bersama yaitu naik becak kecil. Syakir dan bundanya naik sedangkan ayahnya yang "ngontel" becak, alhamdulillah semua senang hanya saja sayang kotoran kuda dan kambing tidak teratur berserakan dimana-mana. masih banyak mainan yang ada disana, tetapi hari itu Syakir hanya bisa merasakan naik becak kecil dan membeli balon, waktu sudah sore, kami pulang. dah.....Selasa, 03 Februari 2009
Aku di Gramedia

"wah, ha...ha... ternyata aku lebih besar daripada mobil-mobil itu" mungkin itu yang ada dalam benak Syakir saat melihat mobil-mobil di perempatan Gramedia. Syakir betul Mobil lebih kecil daripada dirinya, karena Syakir melihatnya dari lantai 3 toko buku Gramedia (28/12/08).
Syakir di Gramedia senang melihat buku-buku yang berwarna-warni, Syakir juga mencoba membuka-buka sendiri beberapa buku yang berwarna cerah. Pandangan Syakir teralihkan ketika melihat puzzle mobil yang lucu dan menjadi oleh-oleh Syakir dari gramedia. Buku adalah jendela dunia....bukalah jendelanya dan dapatkan dunianya.
Pasir...sekarang kau temanku
Asyik juga yah... ternyata main di pasir. setelah ke-empat kalinya Syakir bermain di area bermain Gardena lantai 4, Syakir mau bermain di pasir (Ahad, 1/02/09). disamping bermain di area pasir Syakir juga bermain "prosotan" meskipun dengan jalan yang menakutkan yaitu naik melalui prosotannya (bukan tangga atau berlawanan arah) itulah anak dia tetap menikmati walaupun ada hal yang lebih enak tentunta yaitu lewat tangga prosotan. Seperti biasa Syakir juga masuk ke terowongan sampai 3 kali, dan yang membuat ayah bunda Syakir bangga, kali ini Syakir menyerahkan sendiri karcis masuknya ke penjaganya. terus belajar Syakir...ayah bunda akan selalu membantumu.
Senin, 02 Februari 2009
Asyiknya Lihat pesawat Betulan
Sabtu sore di hari yang cerah (25/1/09) Syakir bareng ayah bundanya ke Museum Dirgantara AAU dan Syakir begitu gembira, melihat pesawat yang sesungguhnya mungkin kalau dia bisa berkata dia akan bilang "...waw pesawat itu ternyata besar ya.."disamping melihat-lihat pesawat Syakir juga bisa kenalan dengan teman-teman baru yang juga lagi makan sore disamping itu Syakir juga makan di luar di tempat yang lapang dan hijau...
Dingin Tapi Enak, Nyessss....
Sabtu (31/1/09) Syakir merasakan indahnya dunia yang masih alami, sungai Babarsari. pagi itu cuaca mendung tapi ayah bunda Syakir ingin banget memberikan pengalaman baru untuk Syakir yaitu main ke sungai. Akhirnya kami bertiga berangkat, dan sesampai disana Syakir langsung terlihat gembira akhirnya Syakir dibawa ke sungai takut memang saat itu cuaca mendung dan arusnya deras tetapi kami tak kuasa menahan keinginan Syakir untuk bermain ke sungai dan akhirnya kami bawa ke tengah meskipun arus deras. sayang cuaca belum bersahabat, gerimis menyambut kurang lebih setengah jam kami bermain akhirnya kami pulang. pelajaran sesungguhnya adalah pengalaman kehidupan.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)