Selasa, 03 Maret 2009

Tepat Pilih Bacaan Anak


Sebagai ibu, tentunya kita menginginkan anak mulai mengenal buku semenjak usia dini. Membaca dapat meningkatkan daya imajinasi anak. Pilihlah jenis buku yang tepat sesuai usia anak. Bagaimana caranya? Simak yang satu ini...

Usia 0-1,5
Mengapa membaca?Untuk melatih indra penglihatan dan pendengaran, serta memperkenalkan buku sebagai media interaksi antara orangtua dan anak.Apa yang harus dibaca?Carilah buku dengan ilustrasi berwarna berani dan berbentuk jelas, serta cerita atau rangkaian kata yang memancing interaksi.Coba baca:Mommy Hugs oleh Karen Katz (Rp. 162.000,-; Hardcover, Simon&Schuster)Buku yang dipenuhi warna-warna manis khas Karen Katz ini mengajak mama dan si kecil bermain mesra dengan aneka pelukan, sambil berhitung dari satu sampai sepuluh. Ucapan-ucapan yang ditulis pada tiap hitungan penuh dengan kasih sayang dan semua gaya pelukannya lucu. Tersedia dalam bentuk picture book atau board book.

Usia 1,5-3
Mengapa membaca?Untuk mulai mengajak berpikir kreatif, carilah buku dengan ilustrasi cerdas dan jenaka serta rangkaian kata yang dapat diucapkan bersama.Apa buku yang tepat?Sebaiknya lembaran buku terbuat dari bahan yang tidak mudah lecek atau rusak.Coba baca:My very first Book of Colors oleh Eric Carle (Rp. 78.000,-; Board Book, Philomel Penguin)Ada begitu banyak buku yang bertema pengenalan warna dasar, tapi bersama Eric Carle, selalu akan ada pengalaman yang unik. Tiap halaman board book ini terbagi dua: di atas ada warna dan di bawah ada benda, dengan susunan acak. Tugas si kecil adalah mencocokkan kedua bagian sehingga gambar benda bertemu dengan warna yang tepat.

Usia 3-5
Mengapa membaca?Untuk menetapkan fungsi buku sebagai hiburan yang mengasyikkan dan memperluas kosa kata si kecil.Apa yang harus dibaca?Pilihlah buku yang mengandung pilihan kata yang cerdas dan kreatif serta ilustrasi yang menggugah imajinasi. Coba baca:One hundred is a family oleh Pam Munoz Ryan (Rp. 62.000,-; Board Book, Hyperion)Apa saja yang dapat dilakukan keluarga kecil dan besar? Keluarga bertiga sedang menghitung bintang berkelip di angkasa, keluarga berlima sedang berkebun bersama, keluarga bersepuluh sedang menonton pertandingan olah raga, keluarga berlimapuluh sedang memperbaiki rumah, keluarga berdelapan puluh sedang bernyanyi beramai-ramai! Sambil mempelajari urutan bilangan dasar dan berkenalan dengan bilangan puluhan, si kecil akan menyaksikan kebersamaan, kerjasama, dan kasih sayang yang terjalin dengan hangat antara anggota keluarga dan masyarakat di berbagai tempat di dunia.

Usia 5-8
Mengapa membaca?Untuk memupuk kecintaan membaca, pilihlah buku dengan tema yang unik serta tokoh yang menarik.Apa yang sebaiknya dibaca?Pada usia ini, si kecil penasaran tentang segala sesuatu dan mulai percaya diri untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai topik yang ia gemari.Coba baca: The Classic Treasury of Hans Christian Andersen oleh Christian Birmingham& Margaret Clark (Rp. 127.000,-; Hardcover, Courage Books)Kisah-kisah Hans Christian Andersen sering bercerita mengenai tokoh yang kurang beruntung dan menderita tapi akhirnya menemukan kebahagiaan melalui perjuangan dan usaha mereka. Judul-judul dongeng Andersen yang terkenal antara lain: The Little Mermaid, The Princess and The Pea, dan The Snow Queen. Kebanyakan kisah Andersen adalah hasil karangannya sendiri, bukan adaptasi dari cerita rakyat yang sudah beredar. Semua kisah ini adalah bacaan wajib untuk si kecil dan versi adaptasi yang menjadi pilihan kami ini adalah penceritaan ulang dalam bahasa dan karya ilustrasi yang indah.
Usia 8-12
Mengapa membaca?Si kecil sudah mandiri membaca buku, mulai menyadari emosi dan gagasannya sendiri, haus mengenal wawasan baru dan perlu memperkaya kosa kata dan gaya berbahasanya. Apa yang sebaiknya dibaca?Di usia ini, Anda dapat memperkenalkannya pada buku tanpa gambar atau bergambar sedikit, agar ia dapat menggunakan imajinasinya untuk melihat dunia yang diceritakan oleh buku tersebut.Coba baca:The Monstrous Memoirs of a Mighty McFearless oleh Ahmet Zappa (Rp. 184.000,-; Hardcover; Puf5n)Entah mengapa, anak-anak seumur ini girang sekali membaca cerita mengenai hal-hal yang menjijikkan. Semain banyak lumpur dan lender dan makhluk-makhluk aneh, semakin asyik membacanya. Hati-hati, banyak buku monster yang ditulis dengan asal dan tidak menambah kekayaan berbahasa dan berimajinasi. Namun ini adalah salah satu buku jijik berkualitas yang boleh Anda ‘halalkan’ untuk dibaca. Minerva McFearless, biasa dipanggil Mini, dan adiknya Max, menemukan Monstranomicon, buku panduan mengenai seluk beluk monster buas dan cara menghadapi dan mengalahan mereka, yang harus mereka pakai untuk menyelamatkan ayah mereka sendiri! Bacaan yang seru, lucu dan dihiasi dengan ilustrasi karya Zappa.
Semua buku bisa didapatkan di Aksara Bookstore

sumber: internet

Cukur Rambut Bayi? Perlu gak ya?...

P
Ada sebuah kebudayaan dan kebiasaan di Indonesia untuk mencukur rambut bayi setelah ia lahir kedunia. Perlu gak sih sebenarnya mencukur rambut bayi? Soalnya banyak juga loh Mom’s yang merasa menyesal setelah mencukur rambut bayinya. Ada yang bilang pertumbuhan rambutnya menjadi lambat, ada juga yang bilang, dengan tidak mencukur rambut bayinya, rambut si anak akan tumbuh dengan lebih lebat dan tebal.


Apa saja sih manfaat dari mencukur rambut bayi?
Ketika lahir, kulit kepala bayi masih membawa lemak dari rahim ibu dan hanya dapat dibersihkan dengan cara mencukur rambut nya. Selain membuat si kecil merasa lebih sejuk, dengan dicukur jika sewaktu waktu bayi mengalami gangguan kulit kepala, dokter akan lebih mudah memeriksanya.

Gimana sih cara mencukur rambut bayi?

Untuk yang satu ini Mom’s jangan segan segan deh minta tolong orangtua, mertua atau siapapun yang biasa melakukannya jika mom’s tidak sanggup melakukannya sendiri.

Yang harus disiapkan :
Ø Baskom berisi air hangat.
Ø Gunting rambut.
Ø Pisau cukur yang masih baru.
Ø Cairan antiseptic.
Ø Cotton bud.
Ø Handuk 2 buah.


Persiapan sebelum mencukur:

Bersihkan rambut bayi dengan shampoo untuk menghindari ternjadinya infeksi jika terdapat luka.
Gendong bayi anda dan posisikan kepalanya di siku agar tidak ada bagian kepala yang terhalangi saat mencukur.
Usahakan senyaman mungkin untuk anda dan bayi. Jangan sampai si kecil merasa kepanasan atau terganggu karena bising.
Saat mencukur :
Ø Basahi rambut bayi dengan air yang berasal dari baskom air hangat. Cukup dengan menggunakan kain kasa atau kapas, dan tidak usah terlalu basah ya moms yang penting rambutnya dalam keadaan lembab.
Ø Gunting rambut si kecil sampai rambutnya menjadi sangat pendek, agar memudahkan moms untuk mencukur kepalanya.
Ø Rengangkan lipatan kulit kepala bayi anda dengan jari telunjut dan jari tengah lalu barulah cukur rambut bayi secara perlahan dan bersihkan pisau yang digunakan untuk mencukur tadi dengan air hangat dalam baskom.
Ø Bila terjadi luka cukup, keringkan kepala bayi lalu baru berikan cairan antiseptic dng cotton buds.

http://www.ibudananak.com/index.php?option=com_news&task=view&id=385&itemid=19

Memahami Arti Tangisan Bayi

Menangis adalah cara bayi menyampaikan maksud dan keinginannya. Tangisan yang lembut dan pelan, bisa jadi adalah cara mereka untuk bilang, “Mama, aku ingin sesuatu…” sedangkan tangisan yang lebih keras adalah cara mereka mengatakan “Aku mau itu sekarang juga!”
Harvey Karp MD, penulis buku The Happiest Baby on the Block membagi gaya berkomunikasi para bayi dalam tiga tingkatan yaitu rengekan, tangisan dan jeritan. Ketiga gaya itu berhubungan juga dengan karakter si bayi. Ada yang anteng, dan hanya sedikit merengek bila ingin sesuatu, ada juga yang langsung menjerit keras-keras. Alifa Nikorobin Azis, tujuh bulan, putri dari Margie Listi di Cipete, Jakarta Selatan, adalah tipe happy-go-lucky baby. “Dia hanya akan merengek sedikit bila ada yang salah,” cerita Margie tentang anak perempuannya.
Menangkap keinginan bayi dengan pribadi easy going seperti Niko sesungguhnya lebih mudah. Umumnya mereka hanya merengek sedikit ketika ingin sesuatu, misalnya ketika lapar, dan baru akan menangis bila tak ada yang merespon keinginannya. Hal ini dibenarkan oleh Margi yang merasa mudah sekali mengatasi kerewelan Niko. “Bila saya tinggal terlalu lama di boksnya, Niko akan mengeluarkan suara rengekan. Untuk membujuknya, saya tinggal memutar mainan yang digantung di atas boksnya, maka Niko akan tenang kembali.”
Sebaliknya, bayi dengan pribadi yang fussy, lebih sulit ditebak apa maunya. Mereka akan langsung menjerit keras bila sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi. Raffa anak saya rupanya termasuk jenis seperti ini. Dia akan langsung menjerit keras bila merasakan sesuatu. Entah itu sekedar merasa lapar, bosan atau karena suatu hal yang lebih serius menimpanya.
Membujuknya pun tidak bisa dengan satu jurus. Bila suatu hari kerewelannya bisa ditaklukkan dengan diajak bertepuk tangan, lain waktu metode itu belum tentu ampuh. Saat dia berusia sembilan bulan, saya menyaingi tangisannya yang keras dengan bernyanyi atau menunjukkan kepadanya apa yang menurut saya menarik. Biasanya konsentrasinya akan terpecah dan dia pun ‘melupakan’ tangisannya. Tapi lain waktu, saya harus siap dengan gaya yang berbeda karena bisa jadi, gaya mengecoh saya tadi sudah dianggapnya ‘basi’.
Menebak dan mengamatiMemang sulit menebak dengan pasti kenapa bayi kita jadi rewel. Seringkali tangisan mereka memang bukan sekedar pemberitahuan “Aku lapar” atau “Aku ngantuk”. Bisa saja itu terjadi karena sebab lain. Ghaza, sekarang 2,5 tahun, putra dari Esya di Pancoran Jakarta Selatan, pernah memasuki masa-masa rewel bila hendak dipakaikan popok di usia sekitar sembilan bulan. Tadinya Esya sang ibu menganggap Ghaza tidak betah pakai popok. Namun setelah diamati, akhirnya ketahuan kalau ketidaksenangan Ghaza memakai popok adalah karena kebetulan dia juga sedang ingin pup. “Setelah itu, saya tak lagi memaksa setiap kali dia berontak untuk pakai popok. Saya akan menunggu sebentar sampai dia pup,” cerita Esya.
Grace Vita di Depok, ibu dari Tobias Kusuma Wibowo, 3,8 tahun, dan Erin Nika Wibowo, empat bulan, juga mengaku mengandalkan pengamatan dalam menangani kedua buah hatinya. "Suatu kali di taman bermain, tak seperti biasa, Tobi menangis tiada henti. Saya tahu, pasti ada yang salah dengan anak ini. Ketika saya dekati dan saya tanya, ternyata penyebabnya karena dia ingin pipis tapi malu mengatakan hal itu pada guru barunya.”
Mempelajari kebiasaan anak akan membuat Anda lebih mudah menebak apa yang dia inginkan. Itu penting karena kebiasaan yang berubah seringkali juga dapat menjadi penyebab kerewelannya. Karlina Dwiyana di Pondok Labu, suatu hari harus pulang terlambat karena lembur dan mendapati Dachrie suaminya, kelabakan mengatasi putri mereka Tara Humayra, 10 bulan. Tara rewel dan menangis. Berbagai cara yang dilakukan Dachrie tidak bisa membuat Mayra menjadi tenang. “Rupanya Mayra nggak suka tidur hanya berdua ayahnya, karena biasanya kami memang tidur bertiga,” tutur Karlina. “Setelah berada di tengah-tengah kami berdua, barulah Mayra menjadi tenang.”
Kebingungan juga pernah dialami Dyan Anggraini dari Mampang ketika putranya, Raihan, kini 10 bulan, baru berusia dua bulan. Dyan melahirkan Raihan di tempat ibunya di Kuningan, Jawa Barat. Ketika masa cutinya hampir berakhir, Dyan membawa kembali bayinya ke Jakarta dan sejak itulah, setiap malam mulai pukul sepuluh Raihan selalu menangis. “Dia selalu minta digendong dan tak mau ditaruh. Tangisannya baru berhenti menjelang subuh, mungkin karena sudah lelah menangis semalaman,” kisah Dyan.
Sebagai ibu baru, tentu saja Dyan khawatir setengah mati. Apa yang salah dengan Raihan, apakah dia sakit? Karena tampaknya Raihan biasa-biasa saja di siang hari. Tapi ketika dibawa ke dokter anak dan dicek, ternyata Raihan memang tidak kenapa-kenapa. Jadi, ketika sang dokter tahu bahwa Raihan baru saja menghuni rumah baru, dia berujar,” Mungkin itu penyesuaian dia dengan lingkungan barunya.” Dan memang, setelah berlangsung selama dua minggu, Raihan berhenti menangis begitu saja. “Wah, saya lega sekali. Dia berhenti menangis tepat ketika saya harus ngantor lagi. Pengertian sekali dia ya,” kata Dian sambil tertawa.
Tantangan BaruSeiring dengan bertambahnya usia, kemampuan bayi Anda dalam berkomunikasi juga akan bertambah. Begitu pula kemampuan Anda memahami apa yang diinginkannya. Tanpa disadari, bayi Anda yang tadinya hanya bisa ah-uh-ah-uh sudah akan berdiri di hadapan Anda, dan dengan wajah cemberut protes berulangkali, “Kenapa nggak boleh?” Atau, dia akan berteriak lantang, “Pokoknya aku mau itu!” saat menginginkan sesuatu. Bila masa itu tiba, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam, dan berpikir positif. Fase yang berbeda telah siap menanti Anda. Itu berarti penanganan yang berbeda pula! Jadi, berdoalah agar kesabaran Anda kian bertambah dan bukannya makin berkurang. §Ù
Dian Bheno adalah ibu satu anak berusia empat tahun, tinggal di Condet, Jakarta Timur. Inspirasi dari artikel “What Your Baby’s Trying to Tell You” oleh Katherine LeeAgar si kecil memahami AndaJangan dikira hanya Anda yang berjuang untuk mengerti apa keinginan si kecil. Mereka juga berusaha mengerti Anda lho. Agar cinta dan kenyamanan yang Anda tawarkan dapat mereka terima dengan baik, berkomunikasilah dengan cara ini:Sentuhan. Membalut dengan bedong, memeluk, atau mengayun dia akan memberikan rasa aman.Aroma. Bayi mengenali kita lewat aroma tubuh. Karena itu dekaplah mereka sesering mungkin. Aroma tubuh Anda akan membuat dia merasa nyaman.Suara. Meninabobokan anak atau berbicara dengan nada tertentu dapat membuat bayi Anda tenang. Coba saja perhatikan, apakah bayi Anda tersenyum saat Anda bersenandung? Kalau ya, berarti Anda punya satu jurus ampuh yang bisa dipakai sewaktu-waktu.
http://www.parenting.co.id/article/article_detail.asp?catid=5&id=32Bayi & Kehamilan

TV Untuk Balita Anda

Televisi barangkali menjadi media yang paling disukai orang tua untuk menghabiskan waktu anaknya. ada anaknya yang dari pagi sampai siang hingga sore bahkan malam terpaku didepan tv, dan orang tuanya senang karena dianggap anak ini tidak nakal. kebiasan menonton tv adalah kebiasan yang menyebabkan candu/ketagihan bagi pemirsanya, apakah candu terhadap materi acara atau candu terhadap jalan cerita pada drama serial. tapi jika kecanduan ini terjadi pada anak anak ini tentu sangat berbahaya.
ada penelitian yang mengungkapkan bahwa anak anak yang bermain di luar rumah dan aktif menunjukkan perilaku yang lebih baik daripada anak anak yang menghabiskan waktunya didepan tv. anak anak yang bermain di luar rumah lebih aktif dan kreatif karena mereka berbaur dengan teman temannya dan alam sekitarnya.menjauhkan sama sekali anak anak dari televisi juga bukanlah keputusan yang bijak. ada acara tv yang dapat merangsang anak untuk berpikir kreatif dan menambah pengetahuannya. untuk kita yang punya layanan tv kabel barangkali lebih menyukai saluran national geografic untuk anak kita dibanding dengan acara yang disiarkan oleh tv nasional yang belakang _sangat_ tidak cocok untuk konsumsi anak. tema tema kekerasan, kriminal, dan materi untuk dewasa banyak sekali kita temukan di tv nasional kita juga di slot iklannya.pembatasan menonton televisi adalah salah satu cara untuk menghentikan anak anak dari pengaruh negatif tv dan ketergantungan atas tv. american academy of pediatrics merekomendasikan hanya memberikan waktu 1-2 jam sehari untuk anak anak berumur lebih dari 2 tahun, dan sama sekali tidak memberikan tv untuk anak dibawah umur 2th. berikut adalah usaha yang dapat kita lakukan agar anak anak dapat menjadikan tv sebagai media pembelajaran:
· lakukan pembatasan,kita sebagai orang tua harus tegas mengatakan bahwa dia hanya punya waktu menonton tv 2jam sehari, untuk acaranya kita bisa pilihkan agar mereka lebih terarah. jangan ada tv di kamar tidur agar anak anak dapat istirahat dengan tenang, dan matikan tv ketika anak makan.
· lihat acaranyakita bisa pilihkan acara yang dia suka, misalnya pagi jam 8-8.30 nonton dora, jam 8.30-9 nonton blue’s clue. begitu waktu mendekati pukul 9 katakan bahwa blue akan selesai dan dia bisa bermain yang lain. katakan juga kepadanya tv segera dimatikan dan dinyalakan lagi sore jam 17-17.30 nonton little bear, jam 17.30-18 nonton mio. awalnya mungkin akan ada perlawanan, tapi dengan memberikan perngetian kepadanya dia akan segera mengerti. jangan lupa ketika tv sudah mati segera siapkan permainan yang tidak kalah serunya (sedapat mungkin menyambung atau terkait dengan materi yang ditonton di tv tadi) agar anak tidak merasa ada yang hilang.
· pilih acara yang tenangketika memilih acara sedapat mungkin mencari acara yang dapat membuatnya interaktif ikut bernyanyi, menari dan bergerak. jauhkan anak dari acara kekerasan (walaupun itu film kartun, misalnya tom & jerry). anak yang menonton kekerasan di tv akan menampilkan perilaku yang lebih agresif.
· dampingi anakdampingi anak ketika dia sedang menonton. jangan biarkan dia menonton tv sendirian sehingga akan menelan mentah mentah seluruh materi yang dia tonton di tv. berikan penjelasan terkait dengan materi, atau tambah sedikit cerita lagi agar dia paham (ini bisa dilakukan ketika jeda iklan). untuk kita yang menonton tv nasional (bukan tv berlanganan), jelaskan juga materi iklan yang kadang membuat anak penasaran ingin mencoba. jangan sampai anak kita melompat dari jendela kamar di lantai 2 karena ingin mengikuti iklan sebuah deodoran.
· lengkapi materi tontonanketika selesai acara ada baiknya materi acara di teruskan dalam permainan agar anak lebih tertarik untuk belajar. misalnya ketika tadi dora berhasil naik ke gunung lanjutkan dengan permainan mewarnai gunung, pohon dan sungai. atau ketika dora membutuhkan 3 koin untuk naik ke perahu lanjutkan dengan belajar berhitung.untuk kita yang tidak bisa mendampingi anak setiap hari, sampaikan pula ini kepada pengasuhnya. kita semua sadar bahwa ketika kita menyerahkan pengasuhan anak kepada pengasuh, kita tidak lagi memegang kendali atas apa yang terjadi pada anak kita. beri pengertian ke pengasuhnya juga agar jangan sampai anak kita disuguhi dengan sinetron sepanjang hari, mereka bisa menonton sinetron malam hari ketika anak kita tidur. banyak cerita dimana pengasuh hanya membiarkan anak kita anteng di depan tv sementara si pengasuh asik dengan kegiatan nya sendiri.dan terakhir, jangan lupa untuk selalu mendampingi anak kita menonton tv ketika sedang dirumah.
http://www.arrahman-motik.net

Agar Balita Cerdas

Anak balita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru dibandingkan anak yang berusia lebih tua. Penelitian menunjukkan, mengenalkan pada kegiatan membaca, bahasa, dan matematika sejak usia balita, akan membuat mereka lebih mudah menangkap pelajaran tersebut nantinya.
Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih mereka agar memiliki otak cerdas.
1. Mengajak bicara. Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.
2. Pilih buku anak-anak dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas. Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat dan juga pelan-pelan belajar membaca kata.
3. Beli kaset/VCD/DVD berbahasa asing. Akan lebih mudah untuk anak balita menangkap bahasa asing daripada di kemudian hari.
4. Beli software komputer untuk anak balita. Banyak software yang melatih kemahiran menggunakan keyboard karena sebelum berusia 2,5 tahun anak cenderung sulit menggunakan mouse.
5. Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi. Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang hingga anak hafal. Dengan cara itu, pelan-pelan anak akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam bahasa.
6. Selalu lakukan pengulangan. Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu saja. Jangan sebal dan panik! Ini merupakan suatu bagian penting di mana anak mengenal proses informasi.
7. Beli huruf-huruf dan angka-angka yang terbuat dari magnit. Hal ini memungkinkan anak bermain sambil belajar di depan lemari es. Kenalkan kata-kata yang baru setiap minggu.
8. Bacakan suatu cerita setiap hari. Baca dengan intonasi dan ekspresi seperti kita sedang bermain drama.
9. Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis. Penelitian menunjukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun. Jika Anda dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, hal ini dapat membantu menambah perkembangan fisik serta otak anak. Entah itu berlari-lari, naik kuda, berenang, dan lainnya.10. Beli satu set pelajaran dan pendidikan untuk anak balita. Termasuk di dalamnya buku-buku, video, kaset, dan bagaimana caranya mengajarkannya. Baca dan belajarlah berdua anak. Membeli ensiklopedia bergambar khusus untuk anak pun, tak ada salahnya.

http://www.arrahman-motik.net/Agar-Balita-Cerdas.html